Saat Uang Kertas Masih Bernilai 1 Digit: Babak Demokrasi Terpimpin
Assalamualaikum wr.wb Salam Sejarah! Akhirnya setelah sekian lama tidak menulis akibat lika-liku kehidupan, saya kembali ingin mengulas jejak peradaban Republik Indonesia, yaitu Rupiah. Bayangkan sebuah masa ketika selembar uang kertas, bukan koin, bisa bernilai "Satu Rupiah" atau "Dua Setengah Rupiah". Hari ini, nominal itu terdengar seperti dongeng. Namun, lembaran-lembaran ini adalah artefak nyata dari salah satu babak paling formatif sekaligus penuh badai dalam sejarah Indonesia: era Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Uang-uang ini bukan sekadar alat tukar; mereka adalah kanvas kecil yang melukiskan cita-cita, perjuangan, dan ironi sebuah bangsa yang sedang membara. Memasuki era 1960-an, Indonesia berada di bawah komando Presiden Soekarno yang karismatik. Semangat anti-imperialisme (Nekolim) sedang berapi-api, proyek-proyek "mercusuar" seperti Monas dan Gelora Bung Karno dikebut untuk menunjukkan kebesaran bangsa, dan politik Trikora serta Dwikora meng...